waktu kita sekolah, kita sudah diajarin buat berpikir kritis, hha, dan lucunya yang kita pelajari itu sebenarnya tidak dapat diinterpretasikan di negara kita, dalam kasusku contohnya, kebebasan kita untuk berpikir itu selalu dibatasi dengan aturan aturan lama yang tidak jelas asal usulnya dan tidak jelas tujuannya, juga tidak terkandung dalam pancasila yang kata guru Pkn ku, pancasila itu bersumber dari pribadi bangsa indonesia, ya,, kita mulai saja dari ruang lingkup yang lebih luas. nilai instrumental pancasila dari buku yang ku baca yaitu undang undang yang dibuat oleh sekelompok orang untuk dijadikan nilai praktis di masyarakat, yang dimata orang orang sekarang mereka(kembali ke sekelompok orang itu) hebat. yah memang betul pada saat zaman mereka mereka orang orang pintar, tapi apakah sekarang masih bisa dikatakan seperti itu? masih hebatkah Eintein, Aristoteles, Issac Newton dan orang orang si pembuat undang undang itu jika dibandingkan dengan orang orang sekarang, hei kehidupan sekarang ini jauh lebih kompleks daripada masa ketika mereka hidup, dan negara kita tidak sengaja menyadari itu, terbukti dengan diamandemennya undang undang yang sudah tidak relevan lagi.
sepertinya tulisan ini sudah sangat melenceng dari pokok bahasan yang sama sekali belum dibahas, okeh,
sepertinya tulisan ini sudah sangat melenceng dari pokok bahasan yang sama sekali belum dibahas, okeh,
kita masuk,
sebenarnya hari ini 1 Desember 2011, aku dipulangkan dari sekolah, haduh maklum di posting sebelum ini sudah kuceritakan sedikit.
seperti biasanya sekolahku senam pagi setiap hari kamis dan aku terlambat, sebenarnya aku lupa kalau hari ini senam, ceritanya pas sampai di sekolah dah banyak temen temenku kelas XII yang nunggu di depan gerbang, aku ikut gabung deh, kami dinasihatin sama guru, kepsek juga ada disana, dan waktu guru nyuruh kami pulang ya sudah aku sendiri pulang, dan temen temenku masih menunggu untuk dibukakan pintu gerbang, yah sudah sampai disana, hha ga jelas
seperti biasanya sekolahku senam pagi setiap hari kamis dan aku terlambat, sebenarnya aku lupa kalau hari ini senam, ceritanya pas sampai di sekolah dah banyak temen temenku kelas XII yang nunggu di depan gerbang, aku ikut gabung deh, kami dinasihatin sama guru, kepsek juga ada disana, dan waktu guru nyuruh kami pulang ya sudah aku sendiri pulang, dan temen temenku masih menunggu untuk dibukakan pintu gerbang, yah sudah sampai disana, hha ga jelas
kalau ada yang mau tau alasanku pulang baca lagi kebawah, yah kalo yang ga mau tau klik tanda silang pojok kanan atas.
yah aku beranggapan kalau sekolahku ini terlalu terobsesi, ya terlalu terobsesi tapi mungkin saja bukan sekolahku yang terobsesi, bisa saja pemerintah yang memaksa sekolah untuk terobsesi, yah apalah itu yang jelas aku merasa sekolahku terlalu terobsesi menjadi seolah yang katanya sekolah percontohan di Indonesia, mulai dari menjaga kebersihan mengikuti tata tertib aturan aturan yang lumayan banyak yang juga sering dilanggar, bukan hanya dari siswa, tapi juga . . . . . . .
apakah etis mengadili seseorang yang melanggar aturan tanpa mengetahui sebab dia melanggar aturan itu?
aku masih bingung dengan jawabannya, tapi pertanyaan ini nampaknya lebih jelas,
apakah wajar seseorang yang lupa dihukum atas kelupaannya?
masih bingung dengan jawabannya
haruskan seorang yang sedang sekarat dipotong tangannya karena dia mencuri?
hmm relatif? toleransi? ya, mungkin itu jawabannya
hmm relatif? toleransi? ya, mungkin itu jawabannya
dan satu pertanyaan susulan, bagaimana toleransi tanpa menanyakan sebab?
(paragraf ini tidak penting, isinya lebih banyak curhatku)Disini aku sebagai pelajar pemalas yang bisanya cuma komentar yah bisa dibilang begitu, aku merasa seperti seorang pelajar plus plus, lebih jelasnya aku bukan hanya belajar, tapi aku juga harus mengikuti kembali keparagraf pertama maaf (aturan aturan lama yang tidak jelas asal usulnya dan tidak jelas tujuannya, juga tidak terkandung dalam pancasila) penjelasan jika dibilang aturan lama ya memang aturan lama contohnya saja datang ke sekolah jam 7 dan seperti kata guruku tadi pagi "biasakan bangun pagi buat senam setiap kamis" lucu saja dengan si pembuat aturan ini, kalau alasannya masuk sekolah pukul 7 atau 7.30 itu agar bisa bangun pagi, kaitkan saja dengan muslim yang wajib sholat subuh, lucu jika disinkronkan, yah terkadang aku ingin di indonesia memakai hukum Islam ya sebatas ingin, dan untuk yang aturan wajib senam pagi, yah sepertinya tidak cocok kalau sekolah yang membuatnya(tidak ada penjelasan). dan untuk menjelasan aturan yang tidak jelas asal tan tujuannya, maaf, terlalu tidak sopan jika kubilang seperti itu, yah lebih baik aturan yang dibuat orang dulu, yang tujuannya juga berdasarkan pemikiran orang dulu. ya sebatas ingin dan harap dan berandai serta bertanya, mungkinkah akan jadi lebih baik jika aturan itu disesuaikan dengan keadaan sekarang? hha mungkin tidak hanya sebatas ingin jika aku bisa jadi menteri pendidikan, kembali ke pertanyaan jika aturan itu dibuat kembali oleh sekelompok orang lagi yang cerdas dan mengerti situasi saat ini, mungkin akan lebih jelas asal dan tujuannya, ya, itu maksudku.
kembali ke pancasila yang didalamnya ada tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, pertanyaanku apakah bangsa menuju cerdas sejak pancasia ditetapkan pada 18 agustus? (lihat realita di media)
memang tulisan ini sangat tidak jelas maksudnya, sepertinya ini hanya ekspresi kekesalanku karena dipulangkan dari sekolah, mungkin tulisan ini hanya sampah, tapi bisa saja mengajarkan kalian berpikir dari sudut lain.